Sejarah singkat Gereja
Sejarah singkat Gereja atas pemeliharaan Allah dan permunculan ajaran sesat
I Timotius 4: 12-16
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Konsep Sejarah Gereja sudah dimulai sejak Adam dan Hawa, namun secara fisik baru termanifestasi dan dimulai sejak abad pertama, tepatnya setelah kenaikan Yesus Kristus ke Surga. Perkembangannya dimulai dengan terbentuknya Gereja mula-mula yang dipimpin langsung oleh para Rasul, pasca Pentakosta, abad pertama khususnya perkembangan ajaran (Doktrin) yang dipimpin oleh para Rasul dan orang-orang besar setelah Rasul (Apostolic Father).
I. Gereja Mula-mula
Gereja mula-mula atau istilah populernya dalam bahasa Inggris: Early Christianity, dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan zaman dan perkembangannya.
1. Pembentukan Gereja: melalui penganiayaan (33-133)
Penganiayaan menjadi hal yang membentuk Gereja, Nero adalah Kaisar pertama yang menindas Kristen mula-mula. Pada masa itu muncullah orang-orang martir seperti Stefanus, Ignatius, Polycarpus, Justin Martir, dan beberapa orang lain.
2. Bertumbuh dari dalam (32-325)
Para martir menjadi pendorong bagi perluasan Injil pada masa itu, hal ini juga mendorong dengan munculnya orang-orang besar yang berjuang, seperti para Apostolic Father (orang yang secara langsung diajar oleh para Rasul) yang terdiri dari empat orang yaitu: Polycarpus, Justin Martir, Barnabas dan Clemen.
3. Gereja Menang (313)
Perjuangan orang Kristen berdampak pesat dan pada masa para rasul dicatat bahwa dalam kurun waktu satu abad, setengah umat manusia di dunia menjadi orang Kristen. Bertobatnya raja Konstantin menjadi orang Kristen sebuah kedaulatan Allah dalam membangun gereja-Nya, yang walaupun pasca bergantinya raja Konstantin diganti oleh keponakannya Julian yang kembali menganiaya orang Kristen.
4. Konsili (325-451)
Gereja melakukan konsolidasi ketika masa-masa kemenangan, pertobatan raja Konstantin memungkinkan Bapa-bapa Gereja mulai memikirkan tentang ajaran dan buku-buku yang mereka pegang, hal ini juga untuk mengoreksi ajaran-ajaran sesat, karena pesatnya pada masa itu pertumbuhan penyesat-penyesat (ajaran bidat).
Pada masa itu pembentukan konsili menjadi tema utama dari pengajaran orang Kristen dimana perjuangan dimulai dari pemikiran-pemikiran, khususnya buku.
Gereja mula-mula atau istilah populernya dalam bahasa Inggris: Early Christianity, dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan zaman dan perkembangannya.
1. Pembentukan Gereja: melalui penganiayaan (33-133)
Penganiayaan menjadi hal yang membentuk Gereja, Nero adalah Kaisar pertama yang menindas Kristen mula-mula. Pada masa itu muncullah orang-orang martir seperti Stefanus, Ignatius, Polycarpus, Justin Martir, dan beberapa orang lain.
2. Bertumbuh dari dalam (32-325)
Para martir menjadi pendorong bagi perluasan Injil pada masa itu, hal ini juga mendorong dengan munculnya orang-orang besar yang berjuang, seperti para Apostolic Father (orang yang secara langsung diajar oleh para Rasul) yang terdiri dari empat orang yaitu: Polycarpus, Justin Martir, Barnabas dan Clemen.
3. Gereja Menang (313)
Perjuangan orang Kristen berdampak pesat dan pada masa para rasul dicatat bahwa dalam kurun waktu satu abad, setengah umat manusia di dunia menjadi orang Kristen. Bertobatnya raja Konstantin menjadi orang Kristen sebuah kedaulatan Allah dalam membangun gereja-Nya, yang walaupun pasca bergantinya raja Konstantin diganti oleh keponakannya Julian yang kembali menganiaya orang Kristen.
4. Konsili (325-451)
Gereja melakukan konsolidasi ketika masa-masa kemenangan, pertobatan raja Konstantin memungkinkan Bapa-bapa Gereja mulai memikirkan tentang ajaran dan buku-buku yang mereka pegang, hal ini juga untuk mengoreksi ajaran-ajaran sesat, karena pesatnya pada masa itu pertumbuhan penyesat-penyesat (ajaran bidat).
Pada masa itu pembentukan konsili menjadi tema utama dari pengajaran orang Kristen dimana perjuangan dimulai dari pemikiran-pemikiran, khususnya buku.
Beberapa kali Konsili
a. Konsili Nicea (325)
Pada masa ini muncul seorang bernama Arius dengan pemahamannya menolak ke-Tuhanan Yesus, ia menyatakan bahwa Yesus hanyalah wujud manusia. Namun hal ini ditentang oleh Atanasius yang menyatakan dan bahwa Kristus adalah Tuhan. Anatasius, pada masa itu memberikan kontribusi yang sangat besar, hingga kini kita dapat mewarisi ajaran tersebut, yakni mempertahankan doktrin Tritunggal.
b. Konsili Konstantin (381)
Pada masa ini perkembangan ajaran semakin meluas, khususnya bahwa Roh Kudus adalah Allah. Dibentuklah doktrin Tritunggal, dimasa ini Arius belum dimusnahkan.
c. Konsili Efesus (431)
Konsili ini merumuskan doktrin Dosa Asal Manusia dengan menyatakan bahwa manusia sudah berdosa secara otomatis dari leluhurnya. Namun pada masa itu muncullah Pellagius yang menyatakan bahwa manusia itu lahir dengan kondisi murni, ajaran ini memuncullkan Pellagisme dan beberapa gereja mewarisinya.
d. Konsili Chalcedon (451)
Konsisli ini merumuskan dwi-natur Kristus: Yesus adalah Allah sekaligus adalah Manusia.
a. Konsili Nicea (325)
Pada masa ini muncul seorang bernama Arius dengan pemahamannya menolak ke-Tuhanan Yesus, ia menyatakan bahwa Yesus hanyalah wujud manusia. Namun hal ini ditentang oleh Atanasius yang menyatakan dan bahwa Kristus adalah Tuhan. Anatasius, pada masa itu memberikan kontribusi yang sangat besar, hingga kini kita dapat mewarisi ajaran tersebut, yakni mempertahankan doktrin Tritunggal.
b. Konsili Konstantin (381)
Pada masa ini perkembangan ajaran semakin meluas, khususnya bahwa Roh Kudus adalah Allah. Dibentuklah doktrin Tritunggal, dimasa ini Arius belum dimusnahkan.
c. Konsili Efesus (431)
Konsili ini merumuskan doktrin Dosa Asal Manusia dengan menyatakan bahwa manusia sudah berdosa secara otomatis dari leluhurnya. Namun pada masa itu muncullah Pellagius yang menyatakan bahwa manusia itu lahir dengan kondisi murni, ajaran ini memuncullkan Pellagisme dan beberapa gereja mewarisinya.
d. Konsili Chalcedon (451)
Konsisli ini merumuskan dwi-natur Kristus: Yesus adalah Allah sekaligus adalah Manusia.
II. Middle Ages (Abad ke-5 sampai dengan abad 15)
Zaman ini dikenal sebagai jaman kegelapan (Dark Ages), sejak dipimpin oleh kepausan Katolik. Pada masa kepausan yang dipelopori oleh Paus Innocent III, Gereja dan Pemerintahan dikuasai oleh Paus. Segala ilmu dikelola oleh Gereja, sehingga segala sumber daya diperuntukkan untuk kepentingan Gereja. Bererapa hal yang dapat kita lihat yaitu kemegahan Katedral-katedral dibangun, musik-musik diperuntukkan bagi Gereja saja dan bahkan Filsafat hanya didapat dalam Gereja (Sekolah Monastri).
Perkembangan sistem Gereja dari pimpinan kepausan dipengaruhi dari masa:
1. Paus Innocent III: Paus bisa menghukum dan juga mengampuni dosa. Paus juga disejajarkan sebagai wakil Kristus, atau juga penerus Petrus.
2. Peter Lambard dan Aquinas: Membentuk sakramen-sakramen yang terdiri dari tujuh, namun ketujuh sakramen ini hanya dipegang oleh kaum Katolik pada masa kini.
Zaman ini dikenal sebagai jaman kegelapan (Dark Ages), sejak dipimpin oleh kepausan Katolik. Pada masa kepausan yang dipelopori oleh Paus Innocent III, Gereja dan Pemerintahan dikuasai oleh Paus. Segala ilmu dikelola oleh Gereja, sehingga segala sumber daya diperuntukkan untuk kepentingan Gereja. Bererapa hal yang dapat kita lihat yaitu kemegahan Katedral-katedral dibangun, musik-musik diperuntukkan bagi Gereja saja dan bahkan Filsafat hanya didapat dalam Gereja (Sekolah Monastri).
Perkembangan sistem Gereja dari pimpinan kepausan dipengaruhi dari masa:
1. Paus Innocent III: Paus bisa menghukum dan juga mengampuni dosa. Paus juga disejajarkan sebagai wakil Kristus, atau juga penerus Petrus.
2. Peter Lambard dan Aquinas: Membentuk sakramen-sakramen yang terdiri dari tujuh, namun ketujuh sakramen ini hanya dipegang oleh kaum Katolik pada masa kini.
Dari abad pertengahan, kita dapat melihat dan masih menikmati sampai sekarang seperti Musik yang diperuntukkan hanya bagi Gereja dan bangunan-bangunan megah seperti katedral.
Tokoh yang berperan:
Tokoh skolastik, para tokoh ini berupaya mengaitkan Ilmu pengetahuan dengan Firman Allah. Misalnya, Anselmus dengan karyanya tentang Logika Keberadaan Allah. Ia mengatakan:
Tokoh skolastik, para tokoh ini berupaya mengaitkan Ilmu pengetahuan dengan Firman Allah. Misalnya, Anselmus dengan karyanya tentang Logika Keberadaan Allah. Ia mengatakan:
“Manusia berdosa ketika manusia gagal mengembalikan apa yang seharusnya bagi Allah.”
Dalam Bukunya Why God Became a Man, memaparkan
“Yesus harus menjadi manusia untuk membayar hutang keadilan dosa manusia.”
Tokoh lain seperti John Wycliffe juga memberikan kontribusi besar khusunya menentang ajaran Katolik, Wycliffe menentang Gereja yang korup dan konsep kepausan khususnya tentang transubstanianisme dalam perjamuan kudus.
Pemeliharaan Allah terhadap Gereja-Nya begitu luar biasa, mulai dari pembentukan di masa penganiayaan oleh raja Nero hingga abad pertengahan dengan munculnya orang-orang pilihan Tuhan melalui tokoh-tokoh sentral yang memberi koreksi dan perlawanan terhadap Kepausan.
Pemeliharaan Allah terhadap Gereja-Nya begitu luar biasa, mulai dari pembentukan di masa penganiayaan oleh raja Nero hingga abad pertengahan dengan munculnya orang-orang pilihan Tuhan melalui tokoh-tokoh sentral yang memberi koreksi dan perlawanan terhadap Kepausan.
Sedikit tentang Era Reformasi
Era reformasi menjadi titik cerah peradaban umat manusia. Dapat dikatakan bahwa empat belas abad dunia dipimpin oleh Gereja namun tidak terdapat banyak perkembangan bagi umat manusia, bahkan lebih separohnya adalah zaman kegelapan, sudah sejak lama gereja menyeleweng baik ajaran maupun moral para imam dan pemimpinnya.
Era reformasi menjadi titik cerah peradaban umat manusia. Dapat dikatakan bahwa empat belas abad dunia dipimpin oleh Gereja namun tidak terdapat banyak perkembangan bagi umat manusia, bahkan lebih separohnya adalah zaman kegelapan, sudah sejak lama gereja menyeleweng baik ajaran maupun moral para imam dan pemimpinnya.
Beberapa tokoh dalam sejarah selalu berusaha untuk melakukan perlawanan, namun baru pada abad ke-16 Gereja dan jaman berubah secara besar-besaran dan sejak saat itu sejarah mencatat seni, sejak saat itu ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Dilain pihak Gereja Katolik sendiri tidak hanya mengakui semangat ajaran Protestan, namun mereka melakukan reformasi versi mereka (reformasi dari dalam).
Reformasi menjadi permulaan segar terhadap sejarah manusia, khususnya apa yang dipelopori oleh Martin Luther dan John Calvin. Ada banyak yang diperjuangkan oleh Bapa Reformasi: peruntuhan sistem korup Gereja Katolik yang selama satu millenium terakhir; dan kemudian memegang ajaran murni yakni ajaran Reformasi. Luther menghasilkan pemikiran dengan keselamatan hanya melalui iman dalam bukunya Justification by Faith Alone, sementara Calvin yang terkenal dengan bukunya The Institutes of the Christian Religion sebagai buku terus dikupas hingga abad 21. Beberapa hal yang dapat kita rasakan sampai hari ini dari karya tokoh ini adalah :
1. Sistem Gereja yang lebih baik.
Lahirnya Protestan, sebagai koreksi bagi gereja Katolik itu sendiri atas ajaran yang salah.
2. Manusia membangun peradaban dan budaya yang lebih baik.
Sistem kehidupan yang lebih baik: Sistem pemerintahan (negara-negara demokrasi); Sistem pendidikan atau sekolah; Perkembangan politik dan ilmu-ilmu sosial kemanusiaan; Musik yang agung; Kesetaraaan dalam semua profesi (Vocation); dll.
1. Sistem Gereja yang lebih baik.
Lahirnya Protestan, sebagai koreksi bagi gereja Katolik itu sendiri atas ajaran yang salah.
2. Manusia membangun peradaban dan budaya yang lebih baik.
Sistem kehidupan yang lebih baik: Sistem pemerintahan (negara-negara demokrasi); Sistem pendidikan atau sekolah; Perkembangan politik dan ilmu-ilmu sosial kemanusiaan; Musik yang agung; Kesetaraaan dalam semua profesi (Vocation); dll.
Sekali lagi, kita sangat bersyukur Tuhan terus memelihara gereja-Nya. Gereja yang tidak hanya memberitakan kabar keselamatan, namun juga menerangi setiap jaman dengan suara kenabian dari hamba-hamba-Nya. Sepanjang zaman Allah terus membangkitkan kaum-Nya sebagai gereja Tuhan. Biarlah di abad 21 ini orang-orang yang mengaku Kristen belajar dan mengingat sejarah pemeliharaan Tuhan terhadap Gereja, dan setia menjalankan panggilannya.

Mohegan Sun Arena, Uncasville, CT 06382
BalasHapusMohegan 정읍 출장샵 Sun Arena at Casey 충청북도 출장안마 Plaza: Tickets & Availability. Find venue concert and event 김천 출장샵 schedules, venue information, directions, and seating charts.Jan 7, 2022The Pink Floyd Laser Feb 11, 2022Daughtry 여주 출장마사지 Feb 16, 2022Lionel Richie 천안 출장안마