Selasa, 29 Agustus 2017

cara menistall windos 10 pada komputer

S

pengertian cara membuat bunga dari kulit jagung

inilah dia kawan yang belum tau kegunaan kulit jagung inilah di cara-cara                        pembuatannya

Cara Membuat Bunga dari Kulit Jagung : CempakaContoh Prakarya dari Limbah Kulit Jagung : Bunga CempakaKulit jagung adalah limbah atau sampah yang sering kita temukan di dapur rumah kita. Dan, kalau kita pergi ke pasar tradisional di mana terdapat penjual jagung segar, maka kulit jagung sering kita lihat menumpuk begitu saja di sekitar lapak mereka, atau dimasukkan ke dalam karung untuk selanjutnya dibuang begitu saja. Ternyata, dengan sedikit ketelatenan dan kreativitas, limbah sampah kulit jagung (klobot) bisa dibuat prakarya yang menarik. Contohnya kerajinan yang berbentuk bunga cempaka ini. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba membuatnya? Mudah kok. Ikuti langkah-langkah cara pembuatannya (disertai gambar) berikut.


cara membuat kerajinan tangan prakarya dari sampah limbah kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
bunga cantik ini dibuat dari kulit jagung, baca caranya membuatnya di sini...

Alat dan Bahan

Untuk membuat prakarya berbentuk bunga cempaka dari kulit jagung ini kita memerlukan alat-alat dan bahan berikut. Silakan dipersiapkan agar bisa langsung praktek.
  • Kulit jagung yang telah direbus dan dikeringkan (bisa juga memakai kulit jagung rebus). Perebusan paling tidak memerlukan waktu satu jam. Anda boleh menambahkan pewarna tekstil untuk mendapatkan variasi bahan kerajinan tangan kulit jagung. Saya sendiri pada tutorial ini hanya menggunakan sisa sampah dapur bekas kulit jagung rebus. Jadi warnanya natural.
  • Gunting untuk membentuk bagian-bagian bunga cempaka yang akan dibuat.
  • Kawat halus (saya ambil dari bagian dalam kabel bekas, ukurannya sedikit lebih besar dari rambut) 
  • Kawat ukuran sedang untuk tangkai bunga
  • Lem kertas yang kuat daya rekatnya (saya gunakan lem putih)
  • Tang, untuk memotong kawat tangkai bunga dan melengkungkannya.

Cara Membuat

Perhatikan gambar-gambar dan penjelasan berikut untuk membuat bunga cempaka dari limbah sampah kulit (klobot) jagung.

  • Ambil beberapa kulit jagung yang telah direbus dan dikeringkan.
  • Gunting dengan panjang sekitar 6 cm, dan lebar 2 cm. Buat sebanyak 5 helai. Kemudian gunting lagi sehelai kulit jagung ukuran panjang 8 cm dan lebar sekitar 3 cm.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari sampah limbah kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
menyiapkan kulit jagung untuk membuat bunga cempaka
  • Bentuk kelima helaian kulit jagung yang berukuran 6 cm x 2 cm menjadi kelopak bunga cempaka dengan mengguntingnya. 
  • Siapkan kawat halus yang diambil dari potongan kabel bekas yang telah dikupas.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
menggunting kulit jagung menjadi kelopak bunga cempaka
  • Potong kawat ukuran sedang sepanjang lebih kurang 25 cm. Buat lengkungan pada salah satu ujungnya. Gunakan tang untuk mempermudah pekerjaan ini.
  • Selanjutnya, lipat helaian kulit jagung ukuran 8 cm x 3 cm menjadi 3 bagian berdasarkan arah panjangnya, lalu gulung ke kawat tangkai (kawat ukuran sedang). Pilin lengkungan kawat sehingga tertutup kulit jagung. Bagian ini akan berfungsi sebagai putik bunga cempaka nantinya, sekaligus sebagai basis tempat melekatkan kelopak-kelopak bunga yang berjumlah lima itu.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
menyiapkan tangkai bunga dan putik
  • Jika sudah dipilin rapi pada ujung kawat dan menutupi lengkungan, eratkan dengan ikatan kawat halus. Perhatikan gambar untuk lebih jelasnya.Kunci ikatan kawat halus dengan membuat simpul atau melilitkannya ke tangkai kawat.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
ikat putik bunga dengan kawat halus sisa kabel
  • Sekarang kita akan mulai merangkai kelopak. Mulailah dengan menempelkan kelopak pertama dan mengikatnya dengan kawat halus.Perhatikan gambar. Lilitkan sisa kawat yang terlalu pendek ke kawat tangkai.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari limbah kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
mulai merakit kelopak atau mahkota bunga dari kulit jagung
  • Tambahkan kelopak yang kedua. Atur posisinya sekiranya nanti terdapat 5 kelopak, maka jaraknya terbagi sama rata dan seimbang. Perhatikan juga panjangnya kelopak yang menjulur dari ikatan kawat agar simbang (sama).
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari sampah kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
satu demi satu kelopak bunga dari kulit jagung diikat pada tangkai
  • Lanjutkan proses ini sampai kelima kelopak diikat kuat dengan kawat halus pada putik. Jika ada kelopak yang lebih panjang dan lebih lebar dari yang lainnya, anda dapat mengguntingnya untuk menyempurnakan bentuk bunga cempaka dari kulit jagung ini.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
selesai menyatukan kelima kelopak bunga dari kulit jagung
  • Sampai disini bentuk bunga cempaka sudah menjadi, tinggal finishing dan sentuhan akhir.
  • Sekarang, guntinglah kulit jagung lain dan buatlah beberapa helaian daun. Bentuknya dapat seperti saat kita membuat kelopak bunga ramping (lebar 2 cm) dan panjang (6 cm). Atau buat dengan variasi ukuran. Pada contoh ini saya membuat 3 helai daun. dengan ukuran dan bentuk sedikit bervariasi.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
menyiapkan daun
  • Daun-daun ini kemudian diikat pada tangkai kawat. Daun yang lebih kecil dan ramping saya letakkan di atas, dan yang lebih besar dan lebar diletakkan di bagian bawah. Atur posisinya pada tangkai kawat agar terlihat natural. Ikat dengan kawat halus kuat-kuat agar tidak mudah lepas. Buat simpul ikatan atau lilitkan sisa kawat halus pada kawat tangkai.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
mengikat daun pada tangkai bunga
  • Berikutnya, pilihlah beberapa helaian kulit jagung yang tipis dan lentur. Kulit jagung yang tipis dan lentur ada pada bagian sebelah dalam kulit jagung. Belah kulit tipis ini dengan lebar lebih kurang 2 cm. Lalu lilitkan pada tangkai mulai bagian bawah bunga sampai pangkal tangkai bunga sehingga semua kawat tertutup. Jika ingin lebih mudah anda boleh menggunakan floral tape (selotip) dengan warna senada. 
  • Nah selesai sudah setangkai bunga cempaka yang cantik dari sampah limbah kulit jagung.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
menutup tangkai bunga dan lilitan-litan kawat dengan kulit jagung
  • Buatlah beberapa tangkai, lalu rangkailah menjadi bunga cempaka kulit jagung hasil prakarya anda. Tempatkan dalam vas yang sesuai.
cara membuat kerajinan tangan prakarya dari kulit jagung yang berbentuk bunga cempaka
bunga cempaka dari sampah kulit jagung sudah jadi

kelemahan dan kelebihan teknik input dan output komputer


                  BAB VIII - TEKNIK INPUT DAN OUTPUT (I/O)



BAB VIII

TEKNIK INPUT DAN OUTPUT (I/O)

Terdapat tiga buah teknik dalam operasi I/O, yaitu: I/O terprogram, interrupt – driven I/O, dan DMA (Direct Memory Access). Ketiganya memiliki keunggulan maupun kelemahan, yang penggunaannya disesuaikan sesuai unjuk kerja masing – masing teknik.
Pada I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti pemindahan data, pengiriman perintah baca maupun tulis, dan monitoring perangkat. Kelemahan teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai dilakukan modul I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi CPU lebih cepat proses operasinya. Dalam teknik ini, modul I/O tidak dapat melakukan interupsi kepada CPU terhadap proses – proses yang diinteruksikan padanya. Seluruh proses merupakan tanggung jawab CPU sampai operasi lengkap dilaksanakan.
Untuk melaksanakan perintah – perintah I/O, CPU akan mengeluarkan sebuah alamat bagi modul I/O dan perangkat peripheralnya sehingga terspesifikasi secara khusus dan sebuah perintah I/O yang akan dilakukan. Terdapat empat klasifikasi perintah I/O, yaitu:
a.       Perintah control.
Perintah ini digunkan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan memberitahukan tugas yang diperintahkan padanya.
b.      Perintah test.
Perintah ini digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status modul I/O dan peripheralnya. CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya dalam keadaan aktif dan siap digunakan, juga untuk mengetahui operasi – operasi I/O yang dijalankan serta mendeteksi kesalahannya.
c.       Perintah read.
Perintah pada modul I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian menaruh dalam buffer internal. Proses selanjutnya paket data dikirim melalui bus data setelah terjadi sinkronisasi data maupun kecepatan transfernya.
d.      Perintah write.
Perintah ini kebalikan dari read. CPU memerintahkan modul I/O untuk mengambil data dari bus data untuk diberikan pada perangkat peripheral tujuan data tersebut.

Dalam teknik I/O terprogram, terdapat dua macam inplementasi perintah I/O yang tertuang dalam instruksi I/O, yaitu: memory-mapped I/O dan isolated I/O.
ü  Dalam memory-mapped I/O, terdapat ruang tunggal untuk lokasi memori dan perangkat I/O. CPU memperlakukan register status dan register data modul I/O sebagai lokasi memori dan menggunakan instruksi mesin yang sama untuk mengakses baik memori maupun perangkat I/O  Konskuensinya adalah diperlukan saluran tunggal untuk pembacaan dan saluran tunggal untuk penulisan. Keuntungan memory-mapped I/O adalah efisien dalam pemrograman, namun memakan banyak ruang memori alamat.
ü  Dalam teknik isolated I/O, dilakukan pemisahan ruang pengalamatan bagi memori dan ruang pengalamatan bagi I/O. Dengan teknik ini diperlukan bus yang dilengkapi dengan saluran  pembacaan dan penulisan memori ditambah saluran perintah output. Keuntungan isolated I/Oadalah sedikitnya instruksi I/O.

Teknik interrupt – driven I/O memungkinkan proses tidak membuang – buang waktu. Prosesnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O pada modul I/O, bersamaan perintah I/O dijalankan modul I/O maka CPU akan melakukan eksekusi perintah – perintah lainnya. Apabila modul I/O telah selesai menjalankan instruksi yang diberikan padanya akan melakukan interupsi pada CPU bahwa tugasnya telah selesai.
Dalam teknik ini kendali perintah masih menjadi tanggung jawab CPU, baik pengambilan perintah dari memori maupun pelaksanaan isi perintah tersebut. Terdapat selangkah kemajuan dari teknik sebelumnya, yaitu CPU melakukan multitasking beberapa perintah sekaligus sehingga tidak ada waktu tunggu bagi CPU.
Cara kerja teknik interupsi di sisi modul I/O adalah modul I/O menerima perintah, missal read. Kemudian modul I/O melaksanakan perintah pembacaan dari peripheral dan meletakkan paket data ke register data modul I/O, selanjutnya modul mengeluarkan sinyal interupsi ke CPU melalui saluran kontrol. Kemudian modul menunggu datanya diminta CPU. Saat permintaan terjadi, modul meletakkan data pada bus data dan modul siap menerima perintah selanjutnya.
Pengolahan interupsi saat perangkat I/O telah menyelesaikan sebuah operasi I/O adalah sebagai berikut:
a.       Perangkat I/O akan mengirimkan sinyal interupsi ke CPU.
b.      CPU menyelesaikan operasi yang sedang dijalankannya kemudian merespon interupsi.
c.       CPU memeriksa interupsi tersebut, kalau valid maka CPU akan mengirimkan sinyal acknowledgment ke perangkat I/O untuk menghentikan interupsinya.
d.      CPU mempersiapkan pengontrolan transfer ke routine interupsi. Hal yang dilakukan adalah menyimpan informasi yang diperlukan untuk melanjutkan operasi yang tadi dijalankan sebelum adanya interupsi. Informasi yang diperlukan berupa:
ü  Status prosesor, berisi register yang dipanggil PSW (program status word).
ü  Lokasi intruksi berikutnya yang akan dieksekusi. Informasi tersebut kemudian disimpan dalam stack pengontrol sistem.
e.       Kemudian CPU akan menyimpan PC (program counter) eksekusi sebelum interupsi ke stack pengontrol bersama informasi PSW. Selanjutnya mempersiapkan PC untuk penanganan interupsi.
f.       Selanjutnya CPU memproses interupsi sempai selesai.
g.      Apabila pengolahan interupsi selasai, CPU akan memanggil kembali informasi yang telah disimpan pada stack pengontrol untuk meneruskan operasi sebelum interupsi. Terdapat bermacam teknik yang digunakan CPU dalam menangani program interupsi ini, diantaranya:
ü  Multiple Interrupt Lines
ü  Software poll.
ü  Daisy Chain.
ü  Arbitrasi bus.

Ada 2 jenis interupsi:
ü  lnterupsi maskable : Interupsi yang dapat didisable (dimatikan) untuk sementara dengan sebuah instruksi disable interupsi khusus.
ü  Interupsi nonmaskable : Interupsi yang tidak dapat didisable dengan instruksi perangkat lunak.

Dalam sistem komputer terdapat lebih dari satu piranti yang memerlukan pelayanan interupsi, metode untuk pelayanannya :
ü  Polling/polled interrupt
Berdasarkan urutan prioritas yang telah ditentukan sebelum piranti memerlukan interupsi. Misal : piranti A dan B mempunyai urutan prioritas A lebih Iebih dulu dari B, maka jika A dan B secara bersamaan memerlukan pelayanan interupsi, maka piranti A akan didahulukan.

ü  Vector Interupt
Peralatan yang berinterupsi diidentifikasi­kan secara Iangsung dan dihubungkan routine pelayanan vector interrupt.
INTR  = Sinyal yang dikeluarkan oleh peralatan.
INTA  = Sinyal kendali yang digunakan CPU untuk menyiapkan pelayanan interupt



Pengontrol Interrupt Intel 8259A
Intel mengeluarkan chips 8259A yang dikonfigurasikan sebagai interrupt arbiter pada mikroprosesor Intel 8086. Intel 8259A melakukan manajemen interupsi modul - modul I/O yang tersambung padanya. Chips ini dapat diprogram untuk menentukan prioritas modul I/O yang lebih dulu ditangani CPU apabila ada permintaan interupsi yang bersamaan. Gambar1. menggambarkan pemakaian pengontrol interupsi 8259A. Berikut mode – mode interupsi yang mungkin terjadi :
ü  Fully Nested: permintaan interupsi dengan prioritas mulai 0 (IR0) hingga 7(IR7).
ü  Rotating: bila sebuah modul telah dilayani interupsinya akan menempati prioritas terendah.
ü  Special Mask: prioritas diprogram untuk modul I/O tertentu secara spesial.


Gambar1. Pemakaian pengontrol interupsi 8559A pada 8086

Programmable Peripheral Interface Intel 8255A
Contoh modul I/O yang menggunakan I/O terprogram dan interrupt driven I/O adalah Intel 8255A Programmable Peripheral Interface (PPI). Intel 8255A dirancang untuk keperluan mikroprosesor 8086. Gambar 2. menunjukkan blok diagram Intel 8255A dan pin layout-nya.


Gambar2. Modul I/O 8255A
Bagian kanan dari blok diagram Intel 8255A adalah 24 saluran antarmuka luar, terdiri atas 8 bit port A, 8 bit port B, 4 bit port CA dan 4 bit port CB. Saluran tersebut dapat deprogram dari mikroprosesor 8086 dengan menggunakan register kontrol untuk menentukan bermacam –macam mode operasi dan konfigurasinya. Bagian kiri blok diagram merupakan interface internal dengan mikroprosesor 8086. Saluran ini terdiri atas 8 bus data dua arah (D0 – D7), bus alamat, dan bus kontrol yang terdiri atas saluran CHIP SELECT, READ, WRITE, dan RESET.
Pengaturan mode operasi pada register kontrol dilakukan oleh mikroprosesor. Pada Mode 0, ketiga port berfungsi sebagai tiga port I/O 8 bit. Pada mode lain dapat port A dan port B sebagai port I/O 8 bit, sedangkan port C sebagai pengontrol saluran port A dan B.
PPI Intel 8255A dapat diprogram untuk mengontrol berbagai peripheral sederhana. Gambar 3. memperlihatkan contoh penggunaan 8255A untuk modul I/O Keyboard dan display.
 
Gambar3. Interface keyboard dan display dengan Intel 8255A

Teknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O terprogram dan Interrupt-Driven I/O memiliki kelemahan, yaitu proses yang terjadi pada modul I/O masih melibatkan CPU secara langsung. Hal ini berimplikasi pada:
ü  Kelajuan transfer I/O yang tergantung pada kecepatan operasi CPU.
ü  Kerja CPU terganggu karena adanya interupsi secara langsung.

Bertolak dari kelemahan di atas, apalagi untuk menangani transfer data bervolume besar dikembangkan teknik yang lebih baik, dikenal dengan Direct Memory Access (DMA).
Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu dengan interupsi. Blok diagram modul DMA terlihat pada gambar 4.  berikut :

 

Gambar4. Blog Diagram DMA

Gambar5. Konfigurasi modul DMA

Dalam melaksanakan transfer data secara mandiri, DMA memerlukan pengambilalihan kontrol bus dari CPU. Untuk itu DMA akan menggunakan bus bila CPU tidak menggunakannya atau DMA memaksa CPU untuk menghentikan sementara penggunaan bus. Teknik terakhir lebih umum digunakan, sering disebut cycle-stealing, karena modul DMA mengambil alih siklus bus.
Penghentian sementara penggunaan bus bukanlah bentuk interupsi, melainkan hanyalah penghentian proses sesaat yang berimplikasi hanya pada kelambatan eksekusi CPU saja. Terdapat tiga buah konfigurasi modul DMA seperti yang terlihat pada gambar 5.